Friday, July 10, 2009

Arti Sebuah Keikhlasan

Ikhlas, sebuah kata yang mudah dilisan, tetapi berat pelaksanaannya. Sebuah kata yang meredakan amarah saat terzalimi, menentramkan hati saat tertimpa musibah, menenangkan bathin saat tangan dalam posisi memberi.

Ikhlas, sebuah perbuatan yang mempunyai nilai dan derajat tinggi yang akan disematkan oleh Allah kepada hamba-hambanya yang mau menuju kesana. Hamba-hamba yang mukhlis dalam mencari ridhanya.

Ikhlas pula yang menyebabkan seorang gadis suci, Maryam mau menerima titah Allah untuk mengandung nabi mulia, Isa As, meski tanpa suami.
Ikhlas pula yang menyebabkan Hajar mau ditinggal Ibrahim As, ditengah padang tandus tanpa teman seorang diri.
Ikhlas pula yang menyebabkan Ismail menjadi begitu mulia menerima perintah Allah untuk disembelih ayahnya.

Ikhlas menjadikan ibadah seorang hamba menjadi sempurna dimata Allah, tanpa ikhlas sujud-sujud para hamba menjadi sia-sia dan shaum-shaum ummatnya hanya bernilai lapar dan dahaga saja.

Ikhlas menjadikan hati bening, sebening embun di pagi hari, embun yang mampu menyejukan angkara murka saat menyadari bahwa segala perbuatan dan kebaikan kita tidak selamanya berbalas kebaikan pula dimata manusia. Segala kebaikan yang kita harapkan dari orang yang telah kita tolong, menjadi lenyap setelah mereka tidak membalasnya dengan serupa, dan ikhlaslah yang membuat hati menjadi sadar, bahwa kebaikan itu hanya datangnya dari Allah.

Saat seorang istri mengikhlaskan dirinya untuk berbakti kepada suaminya, dan suamipun membalas dengan keridhaan kepada Allah atas bakti istrinya, yang terlihat hanyalah kebaikan dan kebaikan.

Saat seorang anak dengan ikhlas membantu orangtuanya, terlebih saat orangtuanya memasuki usia renta, dan orangtua menjadi ridha atas bakti anaknya, maka sang anak menjadi mustajab doanya dan nerakapun haram menyentuh tubuhnya.

Saat seorang murid dengan ikhlas mematuhi perintah gurunya, dan gurupun ikhlas mendidik murid-murid mereka, jadilah amalan-amalan mereka menjadi amal yang bermanfaat. Sang murid menjadi generasi terbaik dan sang guru menjadi tauladan bagi masyarakatnya.

Saat seorang pedagang dengan ikhlas melayani pembeli dan memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggannya, jadilah amal sholeh yang mendatangkan barokah bagi dirinya dan usahanya.

Saat seorang pemimpin dengan ikhlas memimpin negerinya, menjauhkan diri dari perbuatan korupsi dan perbuatan khianat lainnya, lalu rakyatnya pun ridha atas kepemimpinannya, jadilah sang pemimpin itu duduk bersama dengan para nabi dan para mujahid kelak di yaumil akhir.

Saat seorang sahabat ikhlas membantu temannya, mengisi kesulitannya dengan kemudahan, mengobatinya ketika luka, menasehatinya ketika alpa, meluruskan jalannya ketika tersesat, jadilah sang sahabat itu sebaik-baik manusia dimuka bumi, karena hidupnya selalu bermanfaat bagi lingkungannya.

Sahabatku,
Sulit menggapai ikhlas itu, tanpa niat dan azzam yang kuat. Tak mudah meloloskan hati untuk berkata “Insya Allah saya ikhlas, Insya Allah saya ridha”, tanpa bantuan dari Sang Pencipta hati itu sendiri.
DIA yang mampu membolak-balikan hati, dengan atau tanpa persetujuan akal kita, dengan atau tanpa jiwa yang menyertai atau menolaknya.
Tapi DIA adalah maha pemberi kasih sayang dan maha pemberi nikmat, rahmat dan karunianya sangat luas. DIA pun memudahkan kita untuk memperoleh derajat mukhlis itu. Hanya satu perintahnya kepada kita “Berbuatlah karena Allah”, Niatkankanlah dengan “Lillahi Ta’ala” dalam seluruh aspek hidup dan kehidupan kita. Didalam ibadah-ibadah kita, di dalam amal dan dalam pekerjaan, di dalam bisnis dan dalam bermuamalah, di dalam berbakti kepada orang tua dan dalam mendidik anak, di dalam bercinta dan dalam mencintai, di dalam pengabdian kepada masyarakat, hatta dalam hal-hal yang sangat sepele sekalipun; seperti memberi makanan kepada binatang, atau bahkan dalam hal yang sangat besar seperti dalam peperangan dan pertempuran.

Bagi siapapun kita berbuat atau untuk apapun kita lakukan, semua akan terasa indah jika disertai dengan keikhlasan. Sebelum surga akhirat benar-benar didapat, insya allah nikmatnya "surga dalam dunia" pun dapat kita rasakan dengan keikhlasan itu sendiri. Insya Allah.

Semoga Bermanfaat.

No comments:

Post a Comment